Tim BKSDA Sumsel Evakuasi dan Lepasliarkan Trenggiling

By Admin BKSDA Sumsel 21 Sep 2022, 08:34:42 WIB Fauna
Tim BKSDA Sumsel Evakuasi dan Lepasliarkan Trenggiling

Lubuk Linggau (20/9) – Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat mendapatkan informasi dari Call Center Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) pada hari Senin (19/9) terkait penemuan satwa dilindungi trenggiling (Manis javanica) sebanyak 2 (dua) ekor berupa induk dan anakan di Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuk Linggau. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat atas nama Zakky Dio Alvines, Tim SKW II segera menghubungi melalui telepon untuk melakukan konfirmasi kebenaran informasi, kondisi satwa, kronologis perolehan satwa, dan memastikan kembali bahwa yang bersangkutan akan menyerahkan satwa trenggiling (Manis javanica) tersebut ke BKSDA Sumsel.

Kemudian pada hari Selasa (20/9) pagi hari, Petugas SKW II berkoordinasi dengan Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melalui sambungan telepon terkait adanya rencana serah terima satwa trenggiling (Manis javanica) di wilayah Kota Lubuk Linggau. Koordinasi dengan SPTN V BBTNKS dimaksudkan untuk memperoleh pilihan lokasi terdekat apabila satwa trenggiling (Manis javanica) tersebut akan langsung dilepasliarkan. Petugas SPTN V BBTNKS merekomendasikan lokasi pelepasliaran di dalam kawasan konservasi TNKS, tepatnya di wilayah Bukit Sulap, Kota Lubuk Linggau.

Baca Lainnya :

Proses serah terima dilakukan pada pukul 10.15 WIB antara Saudara Zakky dan Petugas SKW II disaksikan oleh keluarga dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Kondisi induk dan anak trenggiling (Manis javanica) saat serah terima terpantau sehat dan liar sehingga bisa segera untuk direlease.

Satwa trenggiling (Manis javanica) kemudian dibawa ke Kantor SPTN V BBTNKS untuk koordinasi lebih lanjut. Setelah itu, Petugas SKW II bersama Petugas SPTN V BBTNKS menuju lokasi pelepasliaran di Bukit Sulap, TNKS.


Sekitar pukul 12.00 WIB, 2 (dua) ekor trenggiling (Manis javanica) tersebut dilepasliarkan. Sesaat setelah dikeluarkan dari kotak transit satwa tersebut masih melingkar di tempat pelepasliaran. Kemudian tim meninggalkan lokasi dan memantau dari jarak ± 300 meter. Pada pukul 12.30 atau 30 menit kemudian, tim melakukan pengecekan kembali ke tempat pelepasliaran, hasilnya 2 (dua) ekor satwa trenggiling tersebut sudah bergerak dan tidak terlihat lagi.

Semoga semakin banyak masyarakat sadar akan konservasi seperti yang dilakukan oleh Saudara Zakky, sehingga satwa langka dapat terjaga kelestariannya.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment