KAMPANYE KONSERVASI – HARMONI KONSERVASI DI BUMI SERUMPUN SEBALAI

By Admin BKSDA Sumsel 22 Jun 2022, 17:12:28 WIB Satwa Dilindungi
KAMPANYE KONSERVASI – HARMONI KONSERVASI DI BUMI SERUMPUN SEBALAI

Pangkalpinang (17/6) - Dalam rangka penyadartahuan tentang upaya konservasi khususnya perlindungan dan pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), tim Resor Konservasi Eksitu Wilayah (RKEW) XVII Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) melaksanakan kegiatan Kampanye dan Sosialisasi bersama Yayasan Animal Lovers  of Bangka Island (ALOBI). Yayasan ALOBI juga merupakan salah satu mitra BKSDA Sumsel sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Nomor:PKS.03/K.12/TU/KSA/10/2018 dan Nomor: 085/Alobi/PKP/14/10/ 2018 tentang Pengelolaan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Yayasan ALOBI telah aktif dalam pelestarian lingkungan hidup dengan mendukung program penyelamatan satwa liar di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tahun 2017 yang lalu.

Salah satu ruang lingkup perjanjian Kerjasama antara BKSDA Sumsel dengan Yayasan ALOBI adalah pendidikan dan kampanye. Hal inilah yang kemudian mendorong RKEW XVII Bangka bersama Yayasan ALOBI melaksanakan kegiatan kampanye dan sosialisasi terkait konservasi.

Kegiatan kampanye dan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 15 – 16 Juni 2022 yang lalu di Kota Pangkalpinang dengan sasaran penjual satwa dan/atau bagian-bagiannya. Metode kampanye dan sosialisasi konservasi dilakukan dengan cara anjangsana secara langsung ke para penjual dan membagikan poster terkait satwa dilindungi  dengan rujukan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilindungi.

Baca Lainnya :

Balai KSDA Sumsel melalui RKEW XVII Bangka terus berupaya di dalam melaksanakan pengawasan terhadap peredaran TSL, kampanye dan sosialisasi terkait upaya konservasi eksitu di wilayah Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama-sama dengan mitra konservasi seperti Yayasan ALOBI. Kampanye dan sosialisasi tersebut diharapkan menjadi upaya edukasi melalui kolaborasi para pihak dalam mencegah perdagangan satwa liar secara ilegal.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment